Kajian diawali dengan pengumuman hasil evaluasi materi yang disampaikan pada bulan Ramadhan 1447 H. Terdapat 10 besar teman Tuli yang meraih nilai terbaik.
Dengan judul "Kenapa Harus Belajar?", hari ini teman Tuli mempelajari sebuah konsep penting dalam kehidupan.
KITA harus belajar agar mendapatkan kesuksesan.
KITA harus belajar agar berhasil dalam kehidupan.
Sebuah contoh sederhana, jika seseorang memasak dengan sembarangan, maka dia tidak akan berhasil membuat makanan yang enak. Dia akan gagal memasak karena caranya ngawur, resepnya asal-asalan, dan dia tidak pernah belajar memasak yang benar.
Sebaliknya, jika dia belajar cara memasak yang benar, menggunakan resep yang pas, maka dia akan berhasil membuat masakan yang enak dan lezat.
Di dunia ini kita bekerja, untuk memenuhi kebutuhan.
Agar berhasil dalam bekerja, KITA harus memenuhi dua syarat:
Jujur
Ahli
Seseorang yang menggabungkan dua hal itu, jujur dan ahli, insyaAllah dia akan sukses.
Tapi jika hanya salah satu saja, maka dia akan gagal.
Contoh, seseorang bekerja sebagai penjahit.
Dia jujur, tidak pernah bohong.
Tapi dia tidak ahli menjahit.
Maka hasil jahitannya akan buruk, dan pelanggannya akan kecewa
Contoh sebaliknya, seseorang bekerja sebagai driver ojol.
Dia ahli mengendarai kendaraan, cepat mengantar pesanan, dan tahu rute perjalanan.
Tapi dia tidak jujur. Dia suka berbohong agar mendapat uang yang lebih banyak.
Maka pelanggan-nya akan kecewa, dan dia akan mendapatkan nilai yang buruk.
KITA tidak hanya hidup di dunia.
KITA akan mati, dan berpindah ke akhirat.
Yang bermanfaat di akhirat adalah pahala.
Pahala tersebut KITA dapatkan dengan beribadah di dunia.
Agar berhasil dalam ibadah, KITA harus memenuhi dua syarat:
Ikhlas
Ittiba'
Ikhlas adalah beribadah hanya untuk Allah.
Hanya untuk Allah saja, tidak untuk selain Allah.
Melakukan shalat, untuk beribadah kepada Allah, mengharap pahala dari Allah.
Berpuasa, untuk beribadah kepada Allah, mengharap pahala dari Allah.
Melakukan setiap ibadah untuk Allah, tidak untuk manusia.
Berharap pahala dari Allah, bukan pujian manusia.
Ittiba' adalah mengikuti contoh Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam.
Beribadah sesuai contoh Nabi, bukan hanya ikut-ikutan.
Melakukan shalat, mengikuti contoh bagaimana Nabi shalat.
Berpuasa, mengikuti contoh bagaimana Nabi berpuasa.
Kita tidak bisa membuat cara ibadah.
Kita hanya bisa mengikuti Nabi dalam ibadah.
Syarat sukes bekerja: jujur dan ahli
Syarat sukses beribadah: ikhlas dan ittiba'
Jujur dan ikhlas adalah urusan hati.
Berarti HATI harus bersih.
Ahli dan ittiba' berarti sesuai ATURAN.
Ahli, berarti sesuai aturan di bidang pekerjaanya.
Ittiba', berarti sesuai aturan dalam agama.
Perhatikan dua hal penting itu.
Berusaha HATI bersih
Berusaha sesuai ATURAN
Menjaga kebersihan hati dan mengikuti aturan, berarti menjaga MUTU.
Mutu/ Kualitas itu nomor satu.
Adapun jumlah itu bukan prioritas.
Seseorang memasak dengan jumlah yang besar, porsi yang banyak.
Tetapi dia memasak dengan sembarangan, resepnya asal-asalan, caranya ngawur.
Maka dia akan rugi, karena masakannya tidak bermutu.
Sebaliknya, dia memasak hanya 1 porsi saja.
Tetapi dia menggunakan resep yang tepat, cara memasak yang benar.
Maka dia akan berhasil membuat masakan yang enak dan lezat.
Seseorang puasa.
Dia rajin puasa.
Dia bisa puasa dalam waktu yang lama, dari pagi sampai pagi lagi.
Dia puasa 24 jam. Tidak makan, tidak minum.
Apakah puasanya sah?
Tidak sah.
Sebab dia tidak mengikuti contoh Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam.
Nabi mencontohkan puasa mulai dari fajar sampai matahari tenggelam.
Cukup seperti itu.
KITA semua ingin berhasil di dunia dan akhirat.
Agar KITA berhasil maka KITA harus belajar.
Belajar itu butuh waktu lama, butuh kesabaran.
Selalu berdoa, minta kepada Allah, agar diberikan ilmu yang bermanfaat.
Peserta yang hadir pada kajian hari Ahad, 5 April 2026, sekitar 40 orang.
Pada sesi ini, dibagikan buku tulis KITA Mengaji untuk seluruh peserta, agar digunakan untuk mencatat mater kajian
Kajian berikutnya, insyaAllah pada tanggal 26 April 2026 di tempat yang sama, Masjid Ath Thalibin, Dipkora.