Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Pengajar: M. Beni Sasongko (Pak Guru/Pak Beni) & Anshori (Co-Instructor/Moderator)
Waktu Pelaksanaan: ± 20:00 – 21:10 WIB
Metode Pembelajaran: Teori, Contoh, dan Praktik Mandiri via Chat Zoom
Pembelajaran sempat mengalami sedikit kendala teknis (sinyal lambat dan mati listrik yang dialami oleh pengajar dan beberapa peserta seperti Larasati dan Wahyu Triwibowo).
Pembelajaran berjalan interaktif dengan partisipasi aktif peserta dalam membuat contoh kalimat langsung di kolom obrolan.
Untuk pertemuan ini, materi dibatasi hingga Kalimat Majemuk Setara Hubungan Pertentangan. Sisa materi (Hubungan Pemilihan) akan dilanjutkan pada pertemuan pekan depan.
Sebelum masuk ke kalimat majemuk, peserta menyegarkan ingatan dengan membuat kalimat tunggal (kalimat yang hanya memiliki satu pola/klausa S-P-O-K).
Ini sudah dipelajari pada pertemuan ke-1 pekan lalu.
Contoh Praktik Peserta:
"Saya menonton sepakbola." (Anshori)
"Bapak membeli kopi di warung." (Fikri)
"Beni mengajar Bahasa Indonesia." (Wahyu Triwibowo)
"Andari periksa kacamata di optik." (Andari)
Definisi: Kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih yang kedudukannya sejajar/setara. Biasanya dihubungkan oleh konjungsi koordinatif.
Dalam pertemuan ini, dibahas dua jenis hubungan kalimat majemuk setara:
Konjungsi yang digunakan: dan, serta, lalu
Catatan Tambahan: Kata "Bapak/Ibu" lebih tepat digunakan sebagai kata sapaan dalam kalimat formal dibanding kata "Ayah/Bunda" yang merujuk pada jabatan/status orang tua. Kata ganti (seperti ia) digunakan untuk merujuk pada subjek yang sama agar tidak terjadi pengulangan nama.
Contoh dari Materi:
Ibu memasak di dapur dan ayah membersihkan halaman.
Fani belajar iqra, lalu ia membaca Al Qur'an dengan bagus.
Contoh Praktik Peserta:
"Bapak Beni mengajar Bahasa Indonesia dan Ibu Andari mengajar Iqro." (Wahyu Triwibowo)
"Bapak Jayeng olahraga di halaman dan Bunda Dewi menyapu di rumah." (Fikri)
"Bapak Beni mengajar Bahasa Indonesia lalu mengajar Bahasa Arab." (Wahyu Triwibowo)
"Kakak berjalan di luar rumah dan Adik membaca buku." (Jayeng Pranoto)
"Bu Andari memasak di dapur lalu pergi ke warung." (Bunda Laras)
Konjungsi yang digunakan: tetapi, melainkan, padahal
Contoh dari Materi:
Mereka ingin pergi ke pantai, tetapi cuaca sedang hujan.
Siti rajin belajar, tetapi adiknya pemalas.
Praktik Penggunaan Kata "Tetapi":
Saya mengantuk, tetapi saya lapar. (Anshori)
"Saya suka masakan jawa tetapi dia suka masakan sunda." (Andari)
"Kami ingin bermain bola tetapi teman ajak kami pergi ke perpustakaan." (Jayeng Pranoto)
"Anshori pintar Bahasa Inggris tetapi belum punya sertifikat TOEFL." (Wahyu Triwibowo)
"Fikri ingin makan bakso tetapi tidak punya uang." (Fikri)
Praktik Penggunaan Kata "Melainkan":
Dia bukan teman saya, melainkan saudara saya. (Anshori)
"Anshori bukan menjadi penjaga gawang, melainkan menjadi penyerang." (Fikri)
"Bapak itu bukan berhenti berkarya, melainkan ganti cara ngabdinya lewat keluarga." (M. Beni Sasongko)
"Dia bukan pemain andalan tim kami, melainkan dia pelatih kami." (Wahyu Triwibowo & Koreksi Anshori)
"Dia bukan ke Solo melainkan ke Yogya." (Jayeng Pranoto)
Praktik Penggunaan Kata "Padahal":
Catatan: Digunakan untuk menunjukkan pertentangan/situasi yang bertolak belakang dengan kenyataan yang ada.
"Saya capek, padahal tetap kerja." (M. Beni Sasongko)
"Anshori terlihat lelah, padahal pertandingan belum selesai." (Fikri)
"Adik mau jajan, padahal uang saya habis." (Anshori)
"Dia mengeluh tidak punya uang padahal baru saja membeli emas." (Wahyu Triwibowo)
"Dia tidak hadir acara kajian padahal ada hadiah buku terbaik." (Jayeng Pranoto)
"Ibu masih memasak padahal sudah kelaparan." (Andari)
Latihan Soal: Pak Guru (M. Beni Sasongko) akan mengirimkan latihan soal untuk mengulang materi di rumah.
Materi Pekan Depan: Pertemuan selanjutnya akan melanjutkan pembahasan Kalimat Majemuk Setara, pada bagian berikutnya.